DIBALIK SEBUAH NAMA!!
Malam ini hanya terdengar nyanyian-nyanyian para binatang yang terdengar begitu syahdu, dengan langit-langit yang bertabur bintang.
“Hidup itu sebuah energi dan sinergi yang sulit aku terjemahkan!!!!!” gumam Arla sambil menatap lautan bintang di teras rumahnya.
“Arla, ayo masuk” pinta Bunda Arla
“Bunda, lihat bintang itu, bintang itu terang banget ya Bunda? Bunda tau nggak, bintang yang terang tadi itu adalah Ayah yang selalu mengawasi kita dari surga”
“Iya sayang, Ayah nggak pernah jauh dari Arla kok, ayah selalu jagain Arla dan Bunda” jelas Bunda dengan mata berkaca-kaca
“Bunda nggak usa sedih ya.. kan masih ada arla yang selalu jagain bunda, arla sayang banget sama Bunda”
Sekejap Arlapun langsung memeluk bundanya dengan erat
“Iya sayang, sudah ayo masuk nanti Ayah sedih kalau lihat Arla sama Bunda malam-malam diluar”
“Oke Bunda, fighting. hehehehehe”
Di kamar Arla hanya bisa menghela nafas, menahan tangis dan mencoba untuk tegar.
Arlapun membayangkan masa-masa kecinya bersama ayahnya hingga ia terlelap tidur.
Keesokan harinya
“Bun, Arla berangkat dulu ya…” pamit Arla sambil mencium tangan bundanya
“Iya sayang, hati-hati dijalan ya..” jawab bunda sembari mencium kening arla
Arla berjalan dengan senyum menawan, setiap orang yang lewat pasti dia disapa dari tukang becak, tukang sayur, sampai tukang siomay.Arla memang terkenal sebagai anak yang ramah dikalangan tetangga, dan teman-temannya. Setiap hari Arla selalu berangkat naik bus, perjalanan dari rumah arla ke halte bus lumayan jauh, kira-kira ya 15menit.
“Setiap kali aku berangkat, kenapa mobil ini selalu ada disini ya padahal kanan kiri jalan kan nggak ada rumah, tetangga juga nggak ada yang punya mobil seperti itu, hasssshhh cuek aja lah” gumam Arla
Saat Arla di bus Arla tidak mendapatkan tempat duduk dan harus berdiri menghadap kebelakang dan ternyata Arla melihat mobil dengan plat nomor D 412 TA. Mobil itu tepatnya adalah mobil yang selalu Arla lihat setiap kali ia berangkat ke sekolah. Arla memandangi mobil itu terus-menurus tapi Arla tidak dapat melihat pengendara mobil itu karena terhalang oleh orang-orang yang ada di bus. Bus berhenti dan mobil itupun ikut berhenti, Arla semakin curiga tapi dia bersikap cuek.
“Peduli amat aku sama itu mobil, mungkin itu mobil nggak ngikutin aku, aku aja yang kepedean. hehehehe” gumam Arla sambil tertawa sendiri
“Mobil apa La, sorry tadi aku dengerin omonganmu” tanya Dara teman Arla
“Oh, gini Ra, aku lagi mencurigai seseorang, setiap kali aku berangkat sekolah pasti ada mobil di daerah dekat rumahku terus setiap kali aku naik bus mobil itu selalu ngikutin, anehkan!!!” jawab Arla
“Iya sih La, mungkin dia penggemar rahasiamu, ihirrrrr”ejek Dara
“Apaan sih Ra, aku loh cuek, weeeek” balas Arla sambil meninggalkan Dara
Di kelas Arla mengikuti pelajaran seperti biasanya.Arla merupakan salah satu murid yang rajin, dia selalu mengumpulkan tugas tepat waktu dan nilai ulangannya juga selalu memuaskan, semua itu dia lakukan untuk membanggakan ayahnya yang meninggal 2th yang lalu.
Pulang sekolah Arla bersama sahabatnya berencana untuk pergi ke toko buku. tiba-tiba ada segerombol cewek yang menghampiri Arla dan Dara. Sentak Arla kaget karena dia merasa tidak mengenal mereka. salah satu dari mereka berdiri tepat di hadapan Arla, Arla tidak dapat berkata apa-apa, cewek itu membentak Arla dengan keras.
“Loe itu cewek kampung, loe nggak pantas deketin cowok gue, loe itu brengsek ya!!!!” bentak sinta
“Maksud kamu apa?? cowok siapa??selama ini aku nggak perna deketin cowok!!!”
“Loe nggak usa sok polos ya… gue tau loe itu busuk, selama ini cowok gue itu selalu ngikutin loe, kemanapun loe pergi dia selalu ngikitin loe!!! loe nggak usa ganjen ya jadi cewek!!!!”
“Sebelumnya aku mintak maaf, aku bener-bener nggak tau apa yang kamu maksud, tapi asal kamu tau ya aku nggak peduli kamu ngomong apa, aku nggak merasa salah, aku juga nggak merasa ngrebut cowok kamu dan yang jelas aku bukan cewek ganjen ingat itu. Ayo Ra kita pergi nggak penting ngurusin cewek-cewek ini!” ucap Arla sembari menarik tangan Dara yang masih bengong meihat kejadian itu.
Tiba-tiba Sinta menarik tangan Arla lalu menamparnya, Arla seketika shock dan mengeluar air mata, tapi Dia berusaha tegar dan menahannya, Arla langsung berlari. Dara tidak terima atas kejadian ini, ia kemudian menarik rambut Sinta dan langsung menamparnya kemudian mendorongnya sampai terjatuh. semua teman-teman Sinta memberikan pandangan yang sinis pada Dara seraya ingin menelan Dara sampai habis, tapi Dara langsung lari mengejar Arla.
“La, Arla tunggu!!!” kejar Dara
Sampai di halte bus Arla berhenti dan duduk, dia sudah tidak kuat lagi,air matanya pun terjatuh setetes demi setetes, Arla sangat kaget atas kejadian itu, ia menangis tanpa henti, ia tidak menyangka kalau semua ini akan terjadi padanya, sampai-sampai ia tidak memperhatikan kalau disekelilingnya banyak orang. Dara datang dan menghibur Arla, Dara mencoba menenangkan Arla, tak lama kemudian Arla menunjuk sesosok mobil dengan plat nomor D 412 TA. pandangan Arla terus tertuju pada mobil itu, ia merasa sangat curiga, karena dimanapun Arla berada pasti mobil itu selalu ada. Arla menceritakan semuanya pada Dara dan akhirnya dara menemukan jawabannya.
“La. sepertinya aku tau jawabannya D 412 TA kalau dibaca kan jadinya Dharta, kamu perna dengar nama itu nggak?????”
“Kayaknya nama itu nggak asing de Ra, bunda aku pernah nyebut nama itu, coba nanti aku tanya sama bunda aku…”
“Oke dehh… nanti kabari aku ya…., aku pulang dulu, udah dijemput sama papa, dada…..” jawab Dara sambil melambaikan tangan dan berlari
Tidak lama setelah kepergian Dara Arla naik bus dan di perjalanan Arla berfikir keras tentang satu nama yang selalu membayanginya, ia berusaha mengingat tentang nama itu tapi sulit sekali untuk diingat. Arla menjadi kesal dan memalingkan pandangannya ke cendela, sekilas Arla melihat sosok perempuan dan laki-laki sedang bertengkar, Arla tidak mengenal sosok laki-laki itu karena membelakanginya tapi Arla mengingat sosok wanita itu dan ternyata wanita itu …
“Yap, itu sinta…. tapi cowok itu siapa ya… kenapa mereka berantem di pinggir jalan, apa cowok itu yang dimaksud sama sinta!!!!!!” gumam Arla yang masih penuh tanda tanya.
Arla bingung dengan semua ini, Arla bertanya-tanya tentang, apa hubungan sinta dengan cowok tadi, terus Dharta itu siapa, apa hubungan sinta dengan Arla,dan kenapa tiba-tiba sinta nglabrak Arla tanpa tujuan yang jelas semua itu masih berputar-putar di otak Arla.
Malampun tiba Arla bersama bundanya melakukan kebiasaan rutin mereka yaitu makan malam bersama, saat makan malam Arla menunjukkan sikap yang jauh dari hari biasanya, ia bersikap dingin dan diam, sampai membuat bundanya bingung dan merasa khawatir.heningnya malam menambah heningnya Suasana makan.
“Bunda, Arla mau tanya satu hal sama bunda, dulu perasaan Bunda pernah keceplosan nyebut nama Dharta waktu cerita apa gitu sama Arla, benar nggak bunda??” suara Arla memecahkan kaheningan
“Siapa La?? Dharta… bunda lupa La, udah ayo makan …” jawab bunda dengan suara terbata-bata
“Bunda, kenapa wajah Bunda jadi pucat, Bunda nggak kenapa-kenapa kan???”
“Nggak kok La, sudah ya.. Bunda ke kamar dulu, jangan lupa cuci piringnya…”
Seketika itu Bunda langsung meninggalkan meja makan dan langsung pergi ke kamar, Arla benar-benar bingung dengan sikap bunda yang berubah 180 derajat setelah mendengar nama Dharta….
“Sebenarnya ada apa ini… ” Teriak Arla saat di kamar.Arla merasa capek dengan semua ini, Arla merasa ada hal besar yang disembunyikan bunda darinya. Karena berfikir terlalu keras tidak terasa akhirnya Arla tertidur dengan sendirinya.
Arla berangkat sekolah seperti biasanya,tapi kali ini wajah Arla kelihatan pucat. bunda sudah mintak ke Arla untuk tidak bersekolah, tapi Arla tetap bersih keras untuk masuk sekolah. Di jalan tiba-tiba Arla mimisan dan tepat disebelah mobil itu, Darah yang keluar dari hidung Arla terus mengalir hingga mengenai baju putihnya, saat itu Arla tidak membawa tissue, dan sapu tangan. Tiba-tiba mobil itu terbuka dan keluarlah sosok laki-laki dan mengulurkan saputangan ke arah Arla, sentak Arla kaget…..
“Kak Dika, ngapain disini???” Arla bertanya pada sosok laki-laki itu
“Ambil…” jawab Dharta sambil mengulurkan saputangan
“Kakak ngapain disini,ada perlu sama bunda ya… kenapa nggak kabari Arla kalau kakak mau kesini”
“nggak papa, sini saputangannya…” Dharta dengan cepat mengambil saputangan dari tangan Arla, dan membersikan darah yang masih mengalir dari hidung Arla, Dharta menguasap hidung Arla dengan lembut dan penuh kasih sayang, Arla hanya bisa diam dan menatap dika dengan tatapan yang lembut. Wajah Dharta terlihat khawatir, . . .
“Ayo masuk” pinta Dharta yang langsung membukakan pintu mobil
“Iya kak” jawab Arla yang langsung naik ke mobil tanpa memperhatikan mobil itu dan plat nomornya. Arla memperhatikan sekeliling mobil itu, dibelakang ada jas dokter, dan peralatan kedokteran lengkap.
“Kak Dika ada praktek ya hari ini, kok bawaannya lengkap banget,???”
“Iya, kak Dika anterin pulang aja ya, dari pada nanti kamu disekolah sakit, nanti bunda kamu khawatir loh” jawab Dharta *sebenarnya aku yang khawatir sama kamu La, jujur aku nggak bisa lihat kamu sakit, aku merasa bersalah karena nggak bisa jagain kamu, maafin aku La.* gumam Dharta dalam hati
“Nggak usa kak, arla baik-baik aja kok” suara Arla membangunkan lamunan Dharta
“Yakin???” tegas Dharta
“Iya kak” jawab Arla dengan senyuman
Saat Arla keluar dari mobil, tiba-tiba Arla dikagerkan oleh Dara yang langsung menunjuk Plat nomor mobil Dharta yang sudah melaju jauh, Arla bingung karena ia tidak dapat membaca plat mobil itu.
“Mobil itu D 412 TA” teriak Dara yang langsung membuat Arla terperanjat kaget hingga terjatuh. Arla merogoh tasnya dan mengambil sebuah handphone lalu menelfon seseorang.
“Ra, hari ini aku nggak masuk, bilang aja aku lagi sakit” kata Arla yang langsung pergi
#########
Arla menunggu seseorang di taman rumah sakit dengan suasana hati yang tidak tenang, Arla kelihatan sangat gelisah hingga sosok berjas dokter keluar dari rumah sakit.
“Ada apa La, kenapa tiba-tiba datang kesini, bunda sakit ya…” tanya Dharta
“nggak kak, cuma Arla mau tanya sesuatu sama kakak” jawab Arla dengan suara yang agak sinis
“iya, emang mau tanya apa??”kata Dharta dengan suara yang santai tapi sebenarnya ia merasa takut
“selama ini motif kakak deketin aku itu apa??setiap hari kakak selalu ngikutin aku kan, jawab kak!!!!” suara Arla mulai meninggi
“kakak nggak punya motif apa-apa La…. kakak tulus selama ini bantu kamu”
“bohong!!! kakak bohong sama aku. kalau kakak nggak mau jawab pertanyaanku aku akan tanya sama bunda, karena kak Dika sama bunda pasti menyembunyikan sesutu dari aku” ancam Arla yang kemudian pergi meninngalkan taman, tapi Dharta menarik tangan Arla.
“baik, kakak akan jelasin semuannya. seebenarnya nama kakak bukan Dika, tapi Dharta, 2th lalu kakak pernah menabrak mobil seseorang hingga tewas. waktu itu kakak dalam keadaan mabuk karena diputusin cewek, kakak benar-benar tidak sengaja menabrak mobil itu, karena kakak ketakutan kakak melarikan diri,kakak takut masuk penjara, akhirnya kakak memutuskan mencari tahu keluarga korban dan memintak maaf, waktu kakak datang ke rumah korban dan menemui istrinya, istri korban benar-benar shock tapi karena ketulusan hatinya dia mau memafkan kakak, dan dia juga tidak ingin kasus ini diperpanjang dia memintak kakak untuk merahasiakan ini dari putrinya” jelas Dharta
“dan putri itu Arla kak, korban itu Ayah Arla kak, dan istri korban itu bunda Arla kak, iya kak!!!” sela Arla dengan air mata yang terus mengalir
“iya…”jawab Dharta dengan kepala tertuduk
“hebat banget ya kakak, jadi selama ini kakak datang ke keluargaku dengan mengaku sebagai anak teman ayah, semua itu bohong!!! kakak baik sama aku dan bunda, kakak selalu perhatian sama aku, kakak selalu khawatir sama aku semua itu hanya untuk menutupi kesalahan kakak dan mengasihani aku yang sudah tidak punya ayah. kakak benar-benar jahat”
Arla berlari meninggalkan taman dengan isak tangis, tapi Dharta langsung mengejar Arla, menarik tangan Arla dan memeluk Arla dengan erat, Arla tidak bisa bernafas, Arla berusaha melepaskan diri dari pelukan Dharta tapi Dharta tetap memeluk Arla.
“awalnya memang seperti itu La, tapi lama kelamaan kakak mulai menyukai kamu. perhatian kakak selama ini ke kamu tulus La, kakak benar-benar mencintai kamu, kakak nggak bisa hidup tanpa kamu, sehari saja kakak nggak lihat kamu rasanya tulang kakak remuk semua, kamu jangan pernah tinggalin kakak La. selama ini kakak tersiksa karena nggak bisa jelasin semua ini sama kamu, tapi hari ini beban yang ada dipundak kakak hilang semuanya. kakak harap kamu mau maafin kakak La.Gara-gara kakak, kamu sudah dibuat nangis sama Sinta, kakak benar-benar mintak maaf La. maafin kakak La, maafin kakak….”
Kata-kata itu yang dharta ucapkan ketika memeluk Arla hingga air matanya jatuh ke pundak Arla. Berkali-kali dharta mengucapkan kata maaf dan mengungkapkan isi hatinya sampai membuat Arla terdiam dan membisu, Arla hanya bisa meneteskan air mata dan membalas pelukan dharta dengan erat, tulus dan penuh kasih sayang.
*SEKIAN*
Labels : wallpapers Mobile Games car body design Hot Deal


0 komentar:
Posting Komentar